From: Mansyur, Muchamad (MUHAMMAD)
Sent: 12 September, 2008 6:55 AM
dari milis purbalingga
To: HMM Community TPRA
Subject: [HMM-PTFI] E-Muslim: Ucapan Terima Kasih - Alhamdulillah ...
E - N E W S L E T T E R Himpunan Masyarakat Muslim [HMM]
Jum’at, 12 September 2008 [edisi: 54]
”Ucapan Terima Kasih - Alhamdulillah 11 Kali Per Jam
Menolong dan Mengubah Nasib Anda”
Oleh: Hardi
Pernahkan Anda bersikap terhadap apapun yang Anda terima, Anda mengucapkan terima kasih – alhamdulillah? Atau bagaimana jika pertanyaannya disederhanakan menjadi demikian: Berapa kali Anda sehari semalam mengucapkan terima kasih – alhamdulillah kepada apapun di sekitar Anda? Anda lah yang mengetahui jawabannya.
Disebutkan dengan jelas bahwa sikap terpuji yang diajarkan oleh Allah SWT kepada kita adalah banyak bersyukur. La insyakartum la-azii dannakum. Bersyukur pasti mendatangkan nikmat berkali lipat. Bersyukur yang paling mudah adalah dengan do’a mengucapkan alhamdulillah.
Terkait dengan do’a dalam beberapa kesempatan, sering penulis bertanya kepada kawan-kawan apa yang disebut dengan DO’A, kalau kata BERDOA dikategorikan sebagai kata kerja? Banyak mereka menjawab dengan dalil agama yang sangat lengkap dan masyhur yaitu ad-du’aau muukhul ‘ibaadah – doa adalah inti ibadah. Dari sisi dalil betul itulah terminologi yang paling pas untuk sebuah kata yang disebut do’a.
Penulis kemudian mengulangi pertanyaan kepada kawan-kawan, do’a itu kata apa dan terbuat dari apa. Akhirnya beberapa dari kawan bisa menjawab dengan sangat mudah, karena pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sangat mudah. Yaitu do’a adalah kata benda yang terbuat (baca: manifestasi) dari perasaan dan pikiran.
Mari penulis tunjukkan buktinya. Ketika kita sedang dirundung permasalahan, perasaan kita akan menjadi runyam dan sudah pasti pikiran kita juga akan mengikuti perasaan dan hati kita bukan?
Nah, permasalahan yang menimpa kita bukan terpecahkan tapi akan bertumpuk dan bertumpuk, karena perasaan dan pikiran kita yang menjadi kacau. Pas sekali ungkapan, sudah jatuh tertimpa tangga, kan? Anehnya ketika kita ditanya tentang permasalahan yang menimpa, kita seringkali menjawab – lip service – alhamdulillah Allah SWT telah memberikan cobaan kepada saya. Karena ucapan alhamdulillah hanya sebatas lip service, maka kalaupun kita berdagang dengan Allah SWT, kita hanya mendapatkan sedikit pahala.
Kembali ke kata kunci, do’a adalah kata benda yang dimanifestasikan dari (keadaan) pikiran dan perasaan. Sesuai dengan judul tulisan ini, saya akan mengajak pembaca untuk mengambil manfaat kalimat alhamdulillah (terima kasih/thank You to Al-Mighty) pemberian Allah SWT ini untuk kehidupan kita sehari-hari.
Begini. Jika di dalam perasaan dan pikiran kita sedang ada masalah, secara otomatis di dalam do’a selepas sholat sering kita memohon kepada Allah SWT untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun begitu do’a kita sudahi dan kita kembali ke kehidupan normal, banyak dari kita mengeluh dan bahkan mengumpat pada keadaan yang kita alami. ‘Wah, koq begini ya keadaan ini.’ ‘Yaaa, begitulah kita ini memang tidak pernah beruntung.’
Apa yang terjadi kemudian? Telah terjadi perang do’a di dalam ruh kita. Di dalam sholat (sehari semalam 5 kali tidak lebih dari 1 jam keseluruhannya) kita berdoa dengan sepenuh hati, namun di luar itu dalam seharian kita kita menghiasi mulut dan perasaan serta pikiran kita dengan keluh kesah. Sesuatu yang diametral bukan?
Kalimat terima kasih - alhamdulillah semestinya tidak diucapkan sebagai lip service setelah kita tidak puas terhadap sesuatu yang kita terima. Kemudian kita pasrahkan yang kita terima itu, sebagai bentuk pengungkapan kata ‘yaa sudah lah – mau bagaimana lagi?’ - Disyukuri saja Alhamdulillah – Terima kasih kepada Allah SWT.
Penulis ingin mengajak kepada pembaca untuk mengubah pola pengucapan terima kasih – alhamdulillah dengan mengacu dan mengimani firman Allah SWT La insyakartum la-azii dannakum, dahului lah setiap apapun yang kita terima dengan kata terima kasih – alhamdulillah, niscaya Allah akan menambah nikmat atau bahkan menyelesaikan permasalahan yang Anda hadapi.
Penutup: Dengan menghadirkan hati yang tulus dan ikhlas, silahkan mencoba mengucapkan terima kasih – alhamdulillah 11 kali per jam atas apapun yang telah Anda alami, dan nikmatilah kekuasaan Allah SWT akan membantu Anda dalam segala hal. Tidak percaya? Silahkan buktikan sendiri!
Kamis, 18 September 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar